SMARTNEWSCELEBES.COM, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menyebutkan ada lima point pelaksanaan uji kelayakan calon Panglima TNI yang nanti dilakukan.
Pertama, bagaimana upaya Panglima TNI menjaga dan meningkatkan disiplin para prajurit kesatuan TNI. Sebab, kedisiplinan TNI akhir-akhir ini sedikit menurun.
“Kedua, bagaimana upaya Panglima TNI dalam usaha menyelesaikan Renstra ke III MEF,” kata TB Hasanuddin dalam keterangannya diterima Pojoksatu.id, Selasa, 29 November 2022.
Ketiga, bagaimana upaya Panglima TNI untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI melalui latihan dan pendidikan.
“Ini terutama dalam rangka menghadapi ancaman actual. Keempat, bagaimana upaya Panglima TNI dalam rangka meningkatkan kesejahteraan prajurit,” ujarnya.
Kelima, kata TB Hasanuddin, bagaimana sikap Panglima TNI agar prajuritnya tetap netral dan tak terlibat dalam politik praktis.
“Hal ini juga sesuai dengan aturan perundang-undangan mengingat pesta politik seperti Pilpres, Pileg, dan Pilkada semakin dekat,” ucapnya.
Untuk diketahui, Menteri Sekertaris Negara (Mensesneg) Pratikno telah mengirimkan surat presiden atau Surpres calon Panglima TNI ke DPR RI.
Ketua DPR RI Puan Maharani menyebutkan isi surpres tersebut adalah nama calon Panglima TNI yang dipilih Presiden Jokowi yaitu Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.
“Kami pimpinan DPR akan menindaklanjuti terkait dengan mekanisme yang ada di DPR,” kata Puan kepada wartawan di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin, 28 November 2022.
Ketua DPP PDI-Perjuangan itu mengatakan akan menugaskan Komisi I untuk melaksanakan mekanisme terkait dengan pergantian atau pengangkatan Panglima TNI yang baru.
“Kita akan tugaskan Komisi terkait yaitu Komisi I untuk melanjutkan mekanisme pengangkatan calon Panglima TNI,” tutur Puan.
Sumber: (Pojoksatu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here