
SMARTNEWSCELEBES, MAKASSAR – Wali Kota Parepare Tasming Hamid menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi se-Sulawesi.
Kegiatan yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia tersebut dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026).
Rakor tersebut menjadi forum koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam merumuskan strategi percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi.
Kegiatan ini menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto dan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi sebagai pemateri.
Rakor turut dihadiri para gubernur, bupati, dan wali kota se-Sulawesi, serta sejumlah instansi terkait. Forum tersebut dipandu Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman.
Wamendagri Bima Arya mengatakan, rakor tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pemerintah dalam merumuskan strategi pertumbuhan ekonomi daerah sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat.
“Jadi hari ini rangkaian dari kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah, Kemendagri bersama-sama dengan BPS dan Bappenas, mengundang teman-teman kepala daerah untuk fokus merumuskan strategi dari pertumbuhan ekonomi sebagai turunan dari arahan Bapak Presiden,” kata Bima Arya seusai rakor.
Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen membutuhkan dukungan dari pertumbuhan ekonomi di seluruh daerah.
“Karena target pertumbuhan ekonomi 8 persen, ini memerlukan dukungan dari pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya.
Bima Arya menekankan, pertumbuhan ekonomi nasional tidak dapat dipisahkan dari perkembangan ekonomi daerah. Setiap daerah memiliki karakteristik, sumber daya, dan potensi yang berbeda sehingga strategi pengembangan ekonomi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
“Kepala daerah kami minta untuk bisa mengidentifikasi potensinya apa saja dan memahami bagaimana cara menghitung dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kemendagri bersama Bappenas dan BPS akan terus mendorong penguatan strategi pertumbuhan ekonomi melalui berbagai daerah. Pengalaman dan praktik yang telah terbukti berhasil di daerah juga diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lainnya.
“Kami nanti akan terus berkeliling untuk fokus pada isu pertumbuhan ekonomi ini bersama-sama Bappenas dan BPS dan memunculkan pengalaman-pengalaman nyata yang sudah terbukti dari para daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga menjelaskan bahwa belanja pemerintah menjadi salah satu komponen yang berperan dalam mendorong sekaligus menghitung pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu memahami komponen-komponen pertumbuhan ekonomi serta mampu mengidentifikasi sektor potensial yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik daerah masing-masing.
Khusus untuk Sulawesi Selatan, Bima Arya menyebut kondisi pertumbuhan ekonomi daerah tersebut berada di atas rata-rata, sementara inflasi masih terkendali.
“Sulsel memang di atas rata-rata pertumbuhan ekonominya, inflasi juga terkendali,” katanya.
Meski demikian, menurut Bima Arya, masih terdapat pekerjaan rumah agar capaian pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan di tingkat provinsi dapat tercermin secara merata di seluruh kabupaten dan kota.
Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan ekonomi di daerah.
Ia menjelaskan, perbedaan karakteristik ekonomi setiap daerah menjadi salah satu faktor yang menentukan strategi yang dibutuhkan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi nasional tidak bisa dilepaskan dari pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sonny menekankan pentingnya pemerintah daerah memahami kondisi dan struktur perekonomian masing-masing sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran.
Wali Kota Parepare Tasming Hamid menyatakan komitmennya untuk mendukung arahan dan program pemerintah pusat terkait percepatan pertumbuhan ekonomi.
Tasming menegaskan, berbagai arahan yang disampaikan Wamendagri akan ditindaklanjuti di Kota Parepare, khususnya dalam mendorong penguatan sektor-sektor ekonomi yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
“Pemkot Parepare siap menindaklanjuti arahan pemerintah pusat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Tasming.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan pertumbuhan ekonomi dapat diterapkan sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing daerah.
Tasming berharap, strategi yang dihasilkan melalui forum tersebut dapat menjadi pijakan bagi pemerintahannya dalam memperkuat perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Parepare. (*smartnews)














