
SMARTNEWSCELEBES, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Parepare dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga penguatan spiritual dan pembentukan akhlak peserta didik.
Penegasan tersebut disampaikan Tasming Hamid saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan bantuan beasiswa bagi siswa kurang mampu jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sekaligus peluncuran program Literasi Al-Qur’an TSM (Tadarrus Takhsin Setiap Murid).
Dalam sambutannya, Tasming menekankan bahwa pendidikan harus mampu membentuk generasi yang memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik, nilai-nilai keagamaan, dan karakter yang baik.
“Jadi kita ingin anak-anak kita bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga dalam hal spiritual. Pendidikan spiritual jauh lebih penting dan perlu jadi prioritas,” ujar Tasming.
Ia mengungkapkan, upaya tersebut sejalan dengan semangat mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 sebagaimana yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, pembentukan generasi unggul harus dimulai sejak dini melalui pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai moral.
Tasming menilai, salah satu upaya membangun karakter peserta didik adalah menanamkan kecintaan terhadap agama, termasuk membiasakan membaca Al-Qur’an bagi siswa beragama Islam.
Karena itu, Pemerintah Kota Parepare mendorong penguatan pendidikan keagamaan sejak jenjang SD dan SMP sebagai bagian dari pembentukan fondasi karakter generasi muda.
“Itulah semangat kita untuk kemudian meletakkan fondasi mulai dari tingkat SD dan SMP, minimal tahu mengaji dulu. Bagaimana caranya? Kita ajak anak-anak kita minimal 30 menit melakukan tadarus di sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan nilai spiritual juga perlu dilakukan secara inklusif dengan memperhatikan keberagaman agama peserta didik. Bagi siswa nonmuslim, sekolah diharapkan menerapkan kegiatan pembinaan spiritual sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.
Melalui program Literasi Al-Qur’an TSM, Tasming berharap kegiatan keagamaan di sekolah tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap perkembangan karakter dan perilaku peserta didik.
Ia pun meminta seluruh guru dan tenaga pendidik di Kota Parepare untuk berperan aktif dalam menyukseskan program tersebut, termasuk memastikan pelaksanaannya berjalan secara konsisten di lingkungan sekolah.
“Kita mau program keagamaan Tadarrus Takhsin Setiap Murid betul-betul dimaksimalkan. Bukan hanya kegiatan seremonial di sekolah. Ke depan, kita ingin mendapatkan laporan sejauh mana hasil dan manfaat dari program tersebut,” tegasnya.
Tasming juga membuka ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia berharap para tenaga pendidik dapat memberikan masukan terkait kendala maupun langkah perbaikan agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif.
Menurutnya, evaluasi secara berkala diperlukan untuk mengetahui sejauh mana program penguatan spiritual memberikan manfaat bagi siswa, sekaligus menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas pelaksanaannya di sekolah.
Di sisi lain, penyerahan beasiswa bagi siswa kurang mampu yang berprestasi menjadi bagian dari upaya mendukung akses pendidikan bagi anak-anak di Kota Parepare.
Melalui pemberian bantuan pendidikan dan peluncuran program Literasi Al-Qur’an TSM, Pemerintah Kota Parepare mendorong pengembangan pendidikan yang tidak hanya memperhatikan prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, nilai moral, dan spiritual peserta didik. (*smartnews)














