
SMARTNEWSCELEBES.COM, SOPPENG – Pemkab Soppeng kembali menyorot perhatian publik. Dana miliaran rupiah digelontorkan untuk membangun 2 taman. Namun sayangnya, hingga kini belum satupun yang bisa dinikmati warga.
Dua proyek itu adalah Taman Cabbeng di Lilirilau dengan anggaran Rp5,5 miliar dan Taman Segitiga Mari-mari di Ganra senilai Rp377,8 juta. Keduanya bersumber dari APBD Kabupaten Soppeng.
TAMAN CABBENG Rp5,5 MILIAR: BANGUNANNYA ADA, TAPI TAK BISA DIPAKAI
Pembangunan Taman Cabbeng di Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau dikerjakan bertahap.
Tahap pertama menelan anggaran Rp2.822.000.000. Tahap kedua diproyeksikan *sekitar Rp2,7 miliar.
Pantauan media ini, Senin (4/8/2026), di lokasi memang sudah ada beberapa bangunan hasil tahap pertama. Namun ironisnya, belum ada satu fasilitas pun yang berfungsi.
Rumput liar justru mendominasi beberapa titik. Keseluruhan taman belum rampung karena masih menunggu tender tahap dua.
Sementara Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Soppeng Awaluddin saat dikonfirmasi melalui telpon wa mengatakan untuk pembangunan tahap kedua taman cabbeng masih tahap tender.
“Benar, saat ini masih proses tender tahap kedua. Kalau lancar ditargetkan mulai bulan ini,” ujarnya.
TAMAN SEGITIGA MARI-MARI Rp377 JUTA DINILAI PROYEK GAGAL
Tak jauh berbeda, pembangunan Taman Segitiga di Pertigaan Mari-mari, Desa Belo, Kecamatan Ganra juga menelan anggaran Rp377.811.000.
Dari pantauan di lapangan, yang terlihat hanya struktur peninggian dan paving hitam putih. Tidak ada tanaman, lampu, maupun bangku.
Area taman justru ditumbuhi rumput liar dan kering. Kondisinya seperti tidak terawat.
Warga menilai proyek tersebut gagal.
“Anggarannya hampir Rp378 juta, tapi hasilnya begini. Tidak ada manfaatnya sama sekali. Ini jelas proyek gagal,”ujar warga Desa Belo.
JANGAN SAMPAI UANG RAKYAT MUBAZIR – WARGA MINTA APH AUDIT
Dengan total anggaran hampir Rp5,9 miliar, masyarakat menilai pengawasan harus diperketat.
“Dana segitu besarnya. Masa hasilnya seperti ini? Sudah ada bangunan tapi tidak bisa dipakai. Rumputnya sudah tinggi. Kami minta APH, Kejaksaan dan Polres Soppeng, untuk turun audit. Jangan sampai uang rakyat mubazir,” tegas warga Lilirilau.
Warga juga mendesak Dinas PUPR Soppeng transparan soal rincian penggunaan anggaran tahap pertama Taman Cabbeng.
Hingga berita ini diturunkan, lelang tahap dua Taman Cabbeng masih berlangsung di LPSE. (shg/smrt)
















