
SMARTNEWSCELEBES.COM, PINRANG – Pengendara roda dua menyoroti dugaan penimbunan bahan bakar umum (BBM) subsidi jenis pertalite di SPBU 74.912.57 yang berada di Menro, Kecamatan Suppa.
SPBU yang berada di JalanTrans Nasional ini disorot lantaran adanya dugaan penimbunan pertalite menggunakan motor modifikasi.
“Ini sudah keterlaluan. Satu motor modifikasi bisa antri 5 hingga 10 kali dalam 10 hari,” jelas salah satu pengendara AR. Sabtu 11 Juli 2026.
Dia menjelaskan, dirinya selalu mengisis bahan bakar di SPBU ini, hanya saja pola pengisian BBM menggunakan motor modifikasi tersebut sudah ada indikasi penimbunan.
“Dalam beberapa minggu terakhir, ada 6 hingga 7 motor modifikasi. Sistem antrian mereka pun hanya berkisar belasan menit. Saya antri, mereka mengisi, kemudian belum selesai saya mengisi, motor yang sama sudah kembali antri dibelakang saya,” kesal dia.
Dia pun mengungkapkan, dirinya memperhatikan satu motor satu kali mengisi mampu menampung 30 liter hingga 32 liter.
“Ini setara 1 jerigen. Jika antri 10 kali. Maka bisa menampung 320 liter dalam sehari dan ini rutin,” bebernya.
AR menambahkan, pengisian ini pun seakan mendapat persetujuan langsung dari operator SPBU.
“Bahkan mereka yang ambil langsung selang dimasukkan ke tangki motor. Pengisian 32 liter dilakukan empat kali barcode, 10 liter, 10 liter, 10 liter dan 2 liter.
Parahnya ini dilakukan bahkan biar antrian panjang,” tuturnya.
Dia berharap ada tindakan dari pihak Pertamina selaku penyuplai BBM Subsidi.
“Ini bukan lagi sasaran eceran botolan tapi sudah skala besar,” tandas dia.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pihak SPBU mengenai dugaan tersebut. (*smartnews)
















