SMARTNEWSCELEBES, PAREPARE – Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) menjadi salah satu kampus yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program I.League Goes to Campus dalam rangka kompetisi BRI Super League 2026/2027.

Kegiatan yang berlangsung di Aula UMPAR, Kamis (22/10/2026), diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi. Kegiatan ini menghadirkan Manager Club and Community Development I.League, Hanif Marjuni, serta Direktur Pascasarjana UMPAR, Nasrullah, sebagai narasumber.

Program tersebut bertujuan memperkenalkan industri sepak bola Indonesia kepada mahasiswa, sekaligus membuka wawasan mengenai peluang karier dan profesi yang dapat ditekuni di luar lapangan pertandingan.

Dalam pemaparannya, Hanif Marjuni menjelaskan bahwa industri sepak bola memiliki ekosistem yang luas dan melibatkan berbagai bidang keahlian. Tidak hanya pemain dan pelatih, industri ini juga membutuhkan tenaga profesional di bidang media, kesehatan, pemasaran, koordinasi kegiatan, hingga keamanan pertandingan.

Sejumlah profesi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut antara lain Media Officer, Medical Officer, Marketing Officer, General Coordinator, Local Organizing Committee, dan Security Officer.

Hanif mengatakan, program I.League Goes to Campus dilaksanakan di 18 kampus di Indonesia. Untuk wilayah Makassar dan sekitarnya, UMPAR dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan memiliki peluang untuk terlibat dalam industri sepak bola, termasuk mereka yang berasal dari jurusan yang selama ini dianggap tidak berkaitan langsung dengan olahraga tersebut.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menjelaskan kepada mahasiswa bahwa di balik sepak bola terdapat industri yang sangat luas. Berdasarkan riset BRI Institute yang kami paparkan, perputaran uang dalam kompetisi BRI Liga 1 mencapai sekitar Rp10,42 triliun per musim. Di balik angka tersebut, ada banyak profesi yang bisa ditekuni mahasiswa setelah lulus kuliah,” jelas Hanif.

Ia mengungkapkan, sesi diskusi bersama mahasiswa memperlihatkan tingginya rasa ingin tahu terhadap peluang berkarier di industri sepak bola.

Sejumlah mahasiswa dari program studi matematika, pertanian, ekonomi, dan teknik sipil mengajukan pertanyaan mengenai kompetensi yang perlu dipersiapkan untuk dapat bekerja di industri tersebut.

Pertanyaan itu, kata Hanif, menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki ketertarikan untuk terlibat dalam industri sepak bola, tetapi masih membutuhkan informasi mengenai jalur karier dan keterampilan yang harus dipersiapkan.

Karena itu, I.League Goes to Campus menjadi sarana untuk memberikan pemahaman bahwa peluang bekerja di industri sepak bola tidak terbatas pada mereka yang memiliki latar belakang pendidikan olahraga.

Berbagai disiplin ilmu dapat berkontribusi sesuai kebutuhan industri, mulai dari pengelolaan acara, analisis data, pemasaran, komunikasi, hingga pengembangan komunitas.

Dari sisi ekonomi, materi yang disampaikan juga menyoroti besarnya potensi industri sepak bola dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kompetisi sepak bola dapat membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama melalui penyediaan berbagai kebutuhan pendukung pertandingan.

Dengan demikian, sepak bola tidak hanya menjadi hiburan dan ajang kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari industri yang melibatkan banyak sektor dan tenaga kerja.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana UMPAR, Nasrullah, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut di lingkungan kampus UMPAR.

Ia menilai, kegiatan ini memberikan perspektif baru kepada mahasiswa mengenai berbagai peluang kontribusi yang tersedia dalam industri sepak bola profesional.

Menurutnya, penyelenggaraan pertandingan sepak bola tidak hanya melibatkan pemain dan ofisial tim, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk tenaga media, publikasi, dan pengembangan komunitas.

Nasrullah menilai keterlibatan mahasiswa dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi, termasuk kegiatan komunitas dan publikasi yang turut memperkenalkan potensi daerah.

“Di lapangan, bukan hanya pemain dan ofisial yang dibutuhkan. Ada banyak peran lain yang bisa memberikan ruang kepada mahasiswa untuk berkontribusi, terutama dalam bidang media, publikasi, dan community development melalui komunitas-komunitas mahasiswa,” ujarnya.

Ia juga melihat peluang kolaborasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kembali Kota Parepare melalui kegiatan olahraga dan komunitas sepak bola.

Menurut Nasrullah, mahasiswa perlu didorong agar tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan industri olahraga, tetapi juga mampu mengambil bagian sesuai kompetensi masing-masing.

Ia menyebut pihak UMPAR telah memperoleh ruang komunikasi dengan pihak PSM Makassar untuk menjajaki peluang kerja sama yang memungkinkan mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan.

“Alhamdulillah, dari kegiatan ini pemikiran mahasiswa mulai terbuka. Mereka menyadari bahwa mahasiswa bukan hanya menjadi penonton, tetapi juga bisa mengambil bagian. Pihak PSM juga telah memberikan ruang bagi kami untuk menjajaki kerja sama agar mahasiswa nantinya bisa berkolaborasi,” tandasnya. (*smartnews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here