
SMARTNEWSCELEBES.COM, MAROS – Wisatawan yang ingin berkunjung ke Bantimurung, Kabupaten Maros, mulai Februari 2026 dapat memesan tiket masuk secara online melalui aplikasi Pigitrip.
Pigitrip (pigitrip.com) adalah platform digital berbasis destinasi wisata yang menyediakan layanan informasi pariwisata dan UMKM.
Peluncuran sistem tiket daring ini dilakukan melalui penandatanganan kerja sama integrasi Pigitrip di kawasan Bantimurung, yang berlangsung di Lapangan Pallantikang, Kantor Bupati Maros, Senin (9/2/2026).
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Maros, H. Suwardi Sawedi SE, M.Si, bersama CEO Pigitrip, Ridwan Putra, dengan disaksikan langsung oleh Bupati Maros Dr. HAS Chaidir Syam SIP, MH, serta Ketua BPPD Maros, Rudihartono SE, SH, M.Si.
Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Pigitrip dan Pemkab Maros yang diteken pada Hari Pahlawan, 10 November 2025.
CEO Pigitrip, Ridwa Putra, mengatakan kerja sama ini menandai langkah besar dalam transformasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis teknologi di Maros yang merupakan salah satu daerah destinasi pariwisata populer baik di lingkup domestik maupun mancanegara.
Ia juga mengapresiasi peran serta Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Maros yang dinakhodai Rudihartono dalam mensupport pengembangkan pariwisata Maros melalui teknologi digitalisasi.
Maros dipilih karena memiliki komitmen kuat terhadap inovasi digital, serta memiliki potensi pariwisata dan UMKM yang terus bertumbuh.
“Maros kami jadikan daerah percontohan Indonesia karena memiliki ekosistem yang sangat siap untuk transformasi digital,” ujar Redo, sapaan akrab Ridwan Putra.
Sementara Rudihartono menyampaikan Pigitrip hadir sebagai platform pariwisata digital terintegrasi yang secara langsung menyentuh dan memberdayakan UMKM di destinasi wisata.
Sistem perjalanan berbasis online tidak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga membuka akses pasar bagi pelaku usaha lokal, mulai dari kuliner, homestay, kerajinan, pemandu wisata, hingga produk budaya setempat.
“Pigitrip menempatkan UMKM sebagai aktor utama dalam ekosistem pariwisata digital,” ujarnya.
Ia mengharapkan melalui aplikasi dan sistem daring yang dikembangkan, pelaku usaha lokal juga dapat memasarkan produk dan layanan mereka secara langsung kepada wisatawan, tanpa harus bergantung pada rantai distribusi panjang.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Maros, Suwardi S, mengharapkan melalui kolaborasi ini membuka ruang bagi Maros menjadi kabupaten terdepan dalam industri pariwisata digital nasional.
Setelah destinasi wisata Bantimurung, penerapan dan integrasi layanan tiket online melalui Pigitrip juga akan dilakukan pada sejumlah obyek wisata lainnya yang dikelola Pemkab Maros.
Apresiasi juga disampaikan Bupati Maros HAS Chaidir Syam dengan menyampaikan dukungan penuh atas langkah inovasi digitalisasi di sektor pariwisata Maros tersebut.
Apalagi, Maros menjadi pilot project penerapan integrasi pariwisata digital oleh Pigitrip, khususnya di Sulsel.
“Maros kini selangkah lebih maju sebagai kabupaten pelopor digitalisasi pariwisata dan UMKM di Indonesia,” ujarnya.
Kedepan, Pigitrip menargetkan implementasi digitalisasi serupa dapat diperluas ke kabupaten-kabupaten lain setelah model Maros berjalan optimal. (*smartnews)














