SMARTNEWSCELEBES.COM, PAREPARE – Berpuasa di bulan Ramadan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk bagi penderita diabetes. Namun, tidak semua pasien diabetes dapat menjalankan puasa dengan aman. Oleh karena itu, penting untuk memahami kondisi kesehatan sebelum memutuskan berpuasa. (8/3/2025)

Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Hasri Ainun Habibie Parepare, dr Fadli, menjelaskan bahwa penderita diabetes diperbolehkan berpuasa asalkan kadar gula darahnya dalam kondisi terkontrol dan telah berkonsultasi dengan dokter.

“Puasa bagi penyandang diabetes bisa dilakukan dengan syarat tertentu. Pastikan kadar gula darah terkontrol, konsultasikan dengan dokter, dan tetap jaga pola makan yang seimbang. Jangan abaikan tanda-tanda hipoglikemia atau hiperglikemia,” ujar dr Fadli.

Selain itu, ia juga menyarankan penderita diabetes untuk tetap melakukan aktivitas fisik selama bulan Ramadan.

“Aktivitas fisik yang rutin dapat diteruskan selama Ramadan. Olahraga ringan dan sedang dapat dilakukan pada pagi hari atau setelah berbuka puasa,” paparnya.

Namun, ia mengingatkan agar olahraga berat dihindari selama jam puasa, terutama menjelang berbuka, karena dapat meningkatkan risiko hipoglikemia dan dehidrasi.

“Salat tarawih yang dilakukan di bulan Ramadan juga merupakan aktivitas fisik yang baik karena melibatkan gerakan rukuk, sujud, dan berdiri,” tambahnya.

Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam RS Hasri Ainun Parepare lainnya, dr Reski, menegaskan bahwa penderita diabetes sebaiknya membatalkan puasa jika mengalami kondisi berikut:

Gula darah di bawah 70 mg/dl (dan harus dicek ulang dalam satu jam jika berada di antara 70-90 mg/dl).

Gula darah melebihi 300 mg/dl.

Muncul gejala hipoglikemia, dehidrasi, atau penyakit akut lainnya.

Lebih lanjut, dr Reski menjelaskan ciri-ciri gejala hipoglikemia yang harus diwaspadai.

“Tanda-tandanya antara lain tangan gemetar, berkeringat dingin, dada berdebar, rasa lapar berlebihan, perubahan kesadaran, kebingungan, dan nyeri kepala,” jelasnya.

Sedangkan untuk hiperglikemia, gejalanya meliputi rasa haus yang hebat, sering buang air kecil, rasa lemah, kebingungan, mual atau muntah, serta nyeri perut.

Dengan memahami kondisi kesehatan dan menerapkan anjuran dokter, penderita diabetes tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman selama bulan Ramadan. (*smartnews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here