SMARTNEWSCELEBES.COM, BARRU – Pemerintah Kabupaten Barru terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor guna memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Tahun 2026 di 12 desa berlangsung aman, tertib, dan demokratis.

Komitmen tersebut mengemuka saat Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menerima audiensi Tim Subdit Politik Dit Intelkam Polda Sulawesi Selatan di Rumah Jabatan Bupati Barru, Kamis (9/4/2026).

Tim yang dipimpin AKP Tumiar Butar Butar menjelaskan bahwa kunjungan mereka merupakan bagian dari upaya koordinasi sekaligus pemantauan awal terhadap kesiapan Pilkades serentak 2026.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan melakukan deteksi dini terhadap potensi kerawanan yang bisa muncul di lapangan.

“Ini akan menjadi bahan laporan kepada pimpinan sebagai dasar dalam menentukan langkah pengamanan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Barru menyambut baik kehadiran tim dari kepolisian sebagai bentuk sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan dan memastikan seluruh tahapan Pilkades berjalan kondusif.

Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa kunci utama kondusivitas Pilkades bukan hanya terletak pada kesiapan para calon, melainkan juga kesiapan masyarakat dalam menerima hasil pemilihan.

“Calon pada dasarnya siap menang dan siap kalah. Tapi yang sering menjadi persoalan adalah masyarakat pendukung yang tidak siap menerima hasil. Ini yang harus kita edukasi,” tegasnya.

Olehnya itu, ia mendorong penguatan sosialisasi secara masif hingga ke tingkat akar rumput dengan melibatkan tokoh agama, imam masjid, dan tokoh masyarakat.

“Sosialisasi harus diperkuat. Sampaikan di masjid-masjid, libatkan imam dan tokoh masyarakat. Tekankan bahwa Pilkades ini adalah proses demokrasi yang harus diterima dengan keikhlasan,” tambahnya.

Berdasarkan hasil pemetaan bersama aparat keamanan, terdapat empat desa yang dikategorikan memiliki potensi kerawanan. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah bersama pihak kepolisian, baik Polres maupun dukungan dari Polda Sulsel.

Meski demikian, Bupati tetap optimistis seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan dengan baik karena berbagai langkah antisipatif telah disiapkan sejak dini.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah seleksi bakal calon kepala desa melalui tes tertulis dan wawancara, khususnya bagi desa yang memiliki lebih dari lima bakal calon. Proses ini melibatkan pihak ketiga guna menjamin objektivitas dan kualitas calon.

“Ini bukan sekadar formalitas. Kita ingin memastikan kepala desa ke depan memiliki kapasitas dan kompetensi, karena mereka adalah garda terdepan pelayanan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, hasil tes juga akan digunakan sebagai instrumen penentu apabila terjadi suara sama (draw), sehingga potensi konflik dapat diminimalisir tanpa harus menggelar pemilihan ulang.

Dalam audiensi tersebut juga mengemuka sejumlah dinamika di lapangan, seperti adanya kandidat dari satu rumpun keluarga hingga potensi calon tunggal di beberapa desa. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas demokrasi di tingkat desa.
Pemerintah daerah pun mengingatkan seluruh pihak agar tidak memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan yang berpotensi memicu konflik sosial.

“Kita tidak ingin masyarakat menjadi korban. Jangan sampai karena Pilkades, hubungan kekeluargaan rusak, rumah tangga terganggu, dan stabilitas desa ikut terganggu,” tegas Bupati.

Dengan berbagai langkah strategis yang telah disiapkan, Pemerintah Kabupaten Barru berharap pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 25 Mei 2026 dapat berlangsung aman, damai, serta menghasilkan pemimpin desa yang berkualitas dan diterima seluruh lapisan masyarakat. (*smartnews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here