
SMARTNEWSCELEBES.COM, PINRANG- Sejumlah pedagang Pasar Sentral Pinrang mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Pinrang pada Senin (6/1/2025) untuk menyampaikan keluhan terkait tidak adanya pintu pagar di sisi timur utara pasar. Kondisi ini menyebabkan area jualan mereka sepi pembeli akibat terbatasnya akses masuk dari sisi tersebut.
Para pedagang mengeluhkan dampak langsung terhadap pendapatan mereka yang menurun drastis. Minimnya akses dianggap menjadi penyebab utama sepinya aktivitas jual beli di area timur utara pasar.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Perindagem) Pinrang, A. Hartono Mekka, menjelaskan bahwa area timur utara pasar memang direncanakan sebagai lokasi parkir, sehingga tidak dibuatkan pintu pagar pada tahap awal pembangunan. Ia juga mengungkapkan kendala anggaran menjadi alasan utama belum terealisasinya pembangunan pintu tambahan di sisi tersebut.
“Paling cepat, pintu baru bisa dibuat pada bulan Maret atau menunggu Anggaran Perubahan sekitar bulan Oktober,” jelas Hartono.
Namun, pernyataan tersebut mendapat tanggapan tegas dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Pinrang, Karno HW. Ia menilai bahwa solusi bagi pedagang tidak boleh menunggu terlalu lama karena menyangkut keberlangsungan hidup mereka.
“Ini menyangkut kebutuhan hidup pedagang. Masalah ini harus diselesaikan secepatnya,” tegas Karno. Bahkan, ia menawarkan secara pribadi untuk menanggung biaya pembukaan satu pintu akses jika dinas terkait tidak memiliki anggaran yang cukup.
Hasil pertemuan antara Komisi II DPRD dan Kadis Perindagem akhirnya membuahkan kesepakatan untuk segera membuka akses pintu di sisi timur utara pasar. Pintu tersebut akan dibuka dengan lebar minimal satu meter guna memudahkan lalu lintas pembeli dan menghidupkan kembali aktivitas jual beli di area tersebut.
Karno HW menegaskan komitmen DPRD untuk mempercepat proses realisasi keputusan ini. Ia juga menyampaikan bahwa hasil pertemuan akan segera dikomunikasikan dengan Penjabat (Pj.) Bupati Pinrang demi mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
“Kami berkomitmen mencari solusi terbaik agar aktivitas pasar kembali normal dan pedagang bisa berjualan dengan tenang,” ujarnya.
Di sisi lain, Komisi II DPRD Pinrang juga menggelar rapat terpisah bersama mitra kerjanya di ruang rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, Amri Manangkasi, SH. Rapat tersebut membahas program kerja prioritas lainnya untuk mendukung kesejahteraan masyarakat Pinrang.
Aksi pedagang diterima langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD, Karno HW, SH (Fraksi NasDem), didampingi Sekretaris Komisi II, P. Baharuddin Pasi (Partai Demokrat), serta anggota lainnya, seperti Andi Sofyan Nawir, S.Sos (Ketua Fraksi NasDem), H. Chaeril Anwar Abdullah (Fraksi NasDem), dan Abbas (Fraksi PKB). Sementara dari pihak eksekutif, Kadis Perindagem A. Hartono Mekka beserta sejumlah stafnya turut hadir dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Bapemperda.
Keputusan pembukaan akses pintu ini diharapkan menjadi solusi awal untuk mengembalikan aktivitas perdagangan di Pasar Sentral Pinrang sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pedagang. (*smartnews)
















